Mahapatih Indonesia 8 [Mind8 Pro]

TANYA PENDAFTARAN KURSUS DI MIND 8


Banyaknya telpon dan inbox yang masuk di kantor, web dan sosmed kami "APAKAH MASIH BUKA PENDAFTARAN KURSUS..? DAN KAPAN MULAI KELASNYA..?"

======================================

Kursus di MIND 8 Course |Kursusnya Orang Kreatif| adalah kebanggan tersendiri, karena kami the first [pertama] di Indonesia yang memiliki kelas kursus paling lengkap di bidang audio visual antara lain:
Broadcast Televisi
Video / Film Production 
Design Grafis 
Multimedia 

KUNJUNGI KAMI DI
Studio Mind 8 Production

Ruko Tran Depok Cyber Village No 26
Jl. Kebon Duren Kalimulya Depok
Jawa Barat
Tel. 021 2950 2660
Learn more »

KURSUS VIDEOGRAFI - CAMERA PERSON | VIDEO JOURNALIST | DOP


::::: PROGRAM VIDEOGRAFI COURSE

VIDEOGRAFER - BEGINNER CLASS
2 (Dua) Bulan 20 (free 5) kali pertemuan
Overview: Program ini memberikan pemahaman dan praktik pada videography dasar sampai dengan videography Madya (beginner) untuk program acara televisi. Peserta diajarkan teknik-teknik videografi dan praktik pengambilan gambar (shooting). Menyiapkan tenaga siap berkarya (bekerja) untuk menjadi VIDEOGRAFER (Campers-Camera Person, VJ-Video Journalist) yang kompeten.

VIDEOGRAFER - INTERMEDIATE CLASS
3 (Tiga) Bulan 25 (free 5) kali pertemuan
Overview: Pada Program ini peserta diajarkan tahapan-tahapan dan praktik produksi program acara televisi. Dengan program pilihan mulai dari penggarapan News & Olah Raga, Nondrama (Feature/Dokumenter), dan drama (FTV/Film Pendek). Menyiapkan tenaga siap berkarya (bekerja) menjadi VIDEOGRAFER & DOP (Director Of Photography).

KURIKULUM VIDEOGRAFI
1.Pengantar Broadcast TV dan Film
2.Pengertian Videografi
3.Departemen Kamera
4.Dasar-Dasar Produksi
5.Aspek-Aspek Videografi
......

MATERI PRAKTIK VIDEOGRAFI
a.Pengenalan Studio Televisi
b.Produksi Program Acara Televisi Format News
c.Produksi Program Acara Televisi Format Drama
d.Produksi Program Acara Televisi Format Nondrama
e.Progrram Acara Televisi Live & Taping

MATERI PILIHAN
Menjadi VJ (Video Journalist) - Kelas Broadcast Televisi
Menjadi Camera Person - Kelas Broadcast Televisi
Menjadi DOP (Director Of Photography) - Kelas Digtial Filmmaking

Jadwal
Hari Selasa dan Kamis

Kelas terbatas [1 Tim]
Minimal 2 orang - Maksimal 4 Orang

Catatan: Untuk sementara kelas reguler/umum ditiadakan, dan hanya membuka kelas Private dan X-tra

AMBIL KURSUS PAKET LEBIH HEMAT

Studio Mind 8 Production
Ruko Tran Depok Cyber Village No 26
Jl. Kebon Duren Kalimulya Depok
Jawa Barat
Tel. 021 2950 266
Learn more »

KURSUS EDITING VIDEO, TV & FILM


::::: PROGRAM EDITING COURSE
BEGINNER EDITOR CLASS
2 (Dua) Bulan 20 (+5) kali pertemuan
Overview: Program ini memberikan pemahaman pada Editing Dasar s.d Tingkat Madya. Peserta diajarkan tahapan-tahapan editing + praktik.

INTERMEDIATE EDITOR CLASS
3 (Tiga) Bulan 25 (+5) kali pertemuan
Overview: Program ini memberikan pemahaman Editing Dasar s.d. Tingkat Mahir (intermediate). Peserta diajarkan tahapan-tahapan editing videografi / film tahapan-tahapan editing + praktik mixing editing (syncronizing audio video, grafik, dll) dengan full praktik berorientasi tenaga siap berkarya cipta (kerja).

KURIKULUM & MATERI DASAR EDITING
1.Pengantar Broadcast Tv Dan Film
2.Pengantar Editing
3.Departemen Editing
4.Pengetahuan Teknik Dasar Editing
5.Logging
6.Editing Offline
7.Editing Online
........

MATERI PRAKTIK EDITING
a.Pengenalan Studio Editing
b.Produksi dan Pascaproduksi Program Acara Televisi Format News
c.Produksi dan Pascaproduksi Program Acara Televisi Format Drama
d.Produksi dan Pascaproduksi Program Acara Televisi Format Nondrama
e.Melakukan Live Editing dan Postproduction Program Acara Televisi

Jadwal
Hari Rabu dan Sabtu

Kelas terbatas [1 Tim]
Minimal 2 orang - Maksimal 4 peserta

AMBIL KURSUS PAKET LEBIH HEMAT

Software Aplikasi Standar Industri TV & PH
Adobe Premiere
Final Cut Pro [harga berbeda]
Adobe After Effect
Adobe Photoshop
Adobe Illustrator

Studio Mind 8 Production
Ruko Tran Depok Cyber Village No 26
Jl. Kebon Duren Kalimulya Depok
Jawa Barat
Tel. 021 2950 266
Learn more »

KURSUS DESIGN GRAFIS


:::::  PROGRAM GRAPHIC DESIGN COURSE
DESIGNER GRAPHIC - BEGINNER CLASS
2 (Dua) Bulan 20 (+5) kali pertemuan
Overview: Program ini memberikan pemahaman pada desain garfis Dasar s.d Keahlian Madya (Beginner). Peserta diajarkan tahapan-tahapan produksi suatu desain grafis + praktik dengan contoh kasus.

DESIGNER GRAPHIC - INTERMEDIATE CLASS
3 (Tiga) Bulan 25 (+5) kali pertemuan
Overview: Program ini memberikan pemahaman pada desain grafis Dasar s.d Tingkat Mahir (Intermediate). Peserta diajarkan tahapan-tahapan dan jenis-jenis [kompleksitas] desain grafis dengan menghasilkan karya mulai dari pembuatan logo, corprate identity, poster, flayer, booklet, banner, majalah dan tabloid. Berorientasi tenaga siap berkarya cipta (kerja).

KURIKULUM DESIGN GRAFIS
1.Memahami Design Grafis
2.Prinsip-Prinsin Design Grafis
3.Typografi Dalam Design
4.Memahami Warna Dalam Design Grafis
5.Design Grafis Dalam Aplikasi

MATERI PRAKTIK DESIGN GRAFIS 
a.Pengenalan Komputer Design (Multimedia)
b.Membuat Logo
c.Membuat Corprate Identity
d.Membuat Poster
e.Membuat Flayer
f.Membuat Booklet
g.Membuat Banner
h.Membuat Majalah atau Tabloid
i.Web Design

Software
Adobe Photoshop
Adobe Illustrator
Adobe Indesign
dan lain-lain

Jadwal
Hari Selasa dan Kamis

Kelas terbatas [1 Tim]
Minimal 2 orang - Maksimal 4 orang

Catatan: Untuk saat ini kelas reguler/umum ditiadakan, dan hanya membuka kelas Private dan X-tra

AMBIL KURSUS PAKET, LEBIH HEMAT

Studio Mind 8 Production
Ruko Tran Depok Cyber Village No 26
Jl. Kebon Duren Kalimulya Depok
Jawa Barat
Tel. 021 2950 266
Learn more »

Cara Menggunakan Microphone Dalam Film, Video, dan TV

Indie filmmakers di MIND 8 Course
“Kadang-kadang kita ini bikin film selalu audionya kacau, suaranya kadang juga kecil... nah kemarin malah audionnya pecah.., itu gimana ya caranya biar bagus, audio yang kita rekam” dalam satu workshop pertanyaan ini pun tidak satu dua kali muncul bahkan berkali-kali. Saya akan memulainya dari yang paling sederhana, esensi video dan film seebenarnya rangakian utuh karya audio dan visual bukan hanya mengandalkan visual saja atau audio saja. Banyak para filmmakers dan videomakers pemula yang gagal dalam proses penggarapan audio, terutama audio untuk dialog.

Apakah mereka tidak paham atau mengerti? Tentu bukan itu pertanyaannya, semua paham. Namun sebagian para filmmakers dan videomakers pemula rata-rata pada saat awal penggarapan mereka lebih menitik fokuskan kepada visual saja, urusan audio agak diabaikan. Nah.. mulai sekarang urusan audio sama-sama diprioritaskan, sama pentingnya dengan visual.

Saya akan memulai pembahasan dari klasifikasi garapan video atau film yang akan kita produksi. Pertama mari kita lihat, klasifikasi dan karakter mikropon yang diperlukan oleh produksi konten video, film maupun televisi.

Mikropon Untuk Drama
Drama televisi berbeda dengan drama radio, karena drama televisi pasti diusahakan mik tidak terlihat oleh kamera. Maka perlu dipasang GUN MIC (berjenis condenser) dengan polar patern super cardioid. Mik digantung dengan ketinggian tertentu pada boom stand diusahakan sudut 30 derajat diarahkan pada si pemain/aktor/aktris.

Profesional filmmakers
Karena biasanya pemain/aktor/aktris tidak statis pada arah dan jarak tertentu maka perlu seseorang yang memegang stik boom+fishpol yaitu seorang boomer untuk menjaga jarak dan arah mik tersebut tetap pada posisi yang baik, sehingga bisa didapatkan hasil yang maksimal kita harapkan.

Merekam di lokasi yang banyak gangguan noise, menurut pengalaman saya sangat sukar mendapatkan balancing (keseimbangan) antara noise dengan sumber suara yang kita kehendaki. Misalkan di bandara, terminal, stasiun, pinggir jalan raya, dekat pabrik, dll, maka kita harus hati-hati jangan sampai noise justru lebih dominan dari pada suara yang kita kehendaki.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat rekaman audio untuk lokasi yang noisenya terlalu dominan adalah :
1. Sumber suara kita dekatkan semaksimal mungkin dengan mik (jangan sampai suara pecah).
2. Lokasi kita isolasi dengan kain (sound blanked)
3. Menggunakan mik khusus super cardioid atau clip on.
4. Memasang wind screen (wind shield) pada mik.

Wind Shield
Perangkat elastis mic boom (bisa bergerak kemana pun)
Teknik Pengoperasian Boom Mic 
Mikropon boom merupakan perangkat mikropon yang memiliki dua komponen utama. Pada bagian pertama mikropon boom merupakan perangkat yang secara elastis dapat bergerak dengan bebas, sedangkan komponen lainnya merupakan preambulator (preamp) yang berfungsi untuk mengoperasikan peralatannya. Pada bagian dari komponen boom inilah sebuah mikropon dipasang, dan dengan bantuan seorang operator boom (boomer), mikropon tersebut dapat dioperasikan dengan mengikuti gerakan-gerakan para pemain. Tuntunan untuk mengoperasikan boom dibutuhkan teknik yang tinggi, karena baik mikropon maupun bayangannya selalu harus diusahakan untuk tidak terlihat atau muncul dalam layar televisi/film (tidak bocor). Kemudian untuk meningkatkan kemampuan seorang operator boom selalu melakukan percobaan-percobaan dan latihan bloking secara terus-menerus termasuk dalam hal melatih kepekaannya, sehingga dapat menghasilkan kualitas suara yang bersifat alami, perspektif dan sempurna. Berikut ini ada beberapa catatan penting dalam pengoperasian boom mic :

Perangkat elastis dapat bergerak bebas dan perangkat preamp mic boom


(1) Pahamilah dengan cermat sudut kamera dan ukuran gambar
Anda harus memahami betul tentang hubungan antara sudut dari mikropon boom dan angle dari kamera. Anda seharusnya menggeser posisi mik dengan tetap mempertahankan besar derajat sudutnya jika Anda ingin mendapatkan hasil suara yang sesuai dengan ukuran gambarnya.

(2) Kesalahan-kesalahan dengan peletakan posisi mikropon yang biasa dilakukan. Kadang-kadang Anda melakukan kesalahan dalam memilih posisi yang terlalu statis untuk mikropon, hal ini disebabkan karena Anda enggan untuk menggeser mikropon yang diarahkan kepada pemain, sehingga Anda lebih memilih mengambil sudut yang terlampau besar. Akibatnya suara yang didapat pun tidak maksimal.

(3) Jarak mikropon dengan sumber suara.
Tetap berusaha mengikuti gerakan-gerakan para pemain, sangatlah penting untuk dapat tetap menjaga jarak dan ketepatan besarnya sudut. Jika besar jarak atau sudut tersebut berubah, maka nada suaranya juga akan berubah, karena dalam hal ini ada hubungannya dengan perbandingan antara suara yang langsung dapat diterima/ditangkap oleh mikropon dengan yang tidak. Anda juga harus dapat menciptakan hasil rekaman dialog yang bagus perspektifnya.

(4) Mengembangkan / menyesuaikan suara dengan take shoot
Take shoot yang terlihat di layar akan selalu berubah sesuai dengan kebutuhan shot list, biasanya gambar yang dihasilkan dari pengambilan gambar disesuaikan dengan type of shot, misalnya: dari Close-Up ke gambar Long Shot. Pada saat seorang boomer harus mampu merekam suara yang sesuai dengan ukuran gambar (type of shot) agar memiliki kepekaan terhadap jaraknya.

Di dalam program acara drama (film), jenis mikropon boom-lah yang paling sering digunakan untuk merekam baik di dalam studio atau di luar studio. Namun demikian, bilamana mikropon-mikropon boom ternyata tidak dapat digunakan karena kondisi dari set studio (dekorasi) atau hal lainnya, maka boom tangan (fishpole) atau mikropon suspensi atau mik yang tersembunyi termasuk mikropon tanpa kabel (wireless mic) adalah sebagai alternatif dapat digunakan dalam perekaman program acara televisi drama.

AYO KURSUS KREATIF  | BROADCAST TV | FILMMAKING | GRAPHIC DESIGN | MULTIMEDIA [belajar broadcast ya disini tempatnya]

Microphone rekomendasi
Indoor Microphones (hyper cardioids and cardioids):
Mid priced: Sennheiser ME64,
High-end: Neumann KM150, DPA 4017B,
Haven’t used but others rave - Schoeps MK41

Outdoor Microphones (Shotguns):
Mid priced: Shure VP89 series, Sennheiser ME series.
Haven’t used but others like - Audio-Technica series, Rode NTG series
High-end: Sennheiser MKH series, Neumann KMR series.
Haven’t used but others rave - Sanken series

Lavaliere Microphones:
High-end: Sanken COS11D, Tram TR50, Countryman B6

Video Camera-mounted Microphones:
Mid priced: Sennheiser ME64, Rode NTG-3, Sennheiser MKE600

DSLR camera-mounted Microphones:
Mid Prices: Rode VideoMic Pro, Shure VP83, Sennheiser MKE400
High-end: Shure VP83F

oleh Anton Mahapatih (Praktisi dan Pendidik Broadcast)
Learn more »

Cara Membuat Title Yang Sesuai Pada Video

Perhatikan Safe Margin (Batasan letak teks/safe title dan batasan video/safe video)
Satu pertanyaan yang terus menggelitiki di fikiran saya – baik di kelas dan di ruang workshop – adalah “duh... gimana sih bikin title yang bagus?”, “terus apa ada cara khusus untuk membuatnya?” dan itu sudah lama meraka para penggarap video tanyakan kepada saya. Dan saya akan coba memulai untuk mengurainya, baiklah mari kita mulai saja pembahasannya. Bagi para video dan film makers membuat title adalah hal yang lazim dan umum biasa dilakukan oleh para editor video dan film. Meskipun teks dalam title bukan subjek pertama yang muncul dalam pikiran Anda setiap kali video dan film disebutkan, namun melakukan kesalahan membuat teks title akan menjadi sesuatu yang paling beresiko dan akan menjadi ganjalan bagi penonton pada saat menyaksikan. 

Teks adalah unsur umum dalam video dan film yang digunakan dengan berbagai macam eksplorasi, tergantung dari konsep matang yang mereka inginkan. Menempatkan teks dalam video atau film adalah menjadi salah satu komposit paling sederhana dalam proses editing video, tetapi perlu diingat juga titel adalah salah satu elemen paling berisiko untuk digunakan, karena dapat langsung mengubah makna dari video, nah lo...! iya mungkin kita berlebihan dalam bereksplorasi. Penggunaan teks jikalau bisa harus bersih pada saat dibaca selintas dan memberikan pesan yang dituju bagi sebagian penonton tertentu. 

Mungkin pengetahuan dasar tentang aturan tipografi akan membantu kita menggunakan teks sebagai elemen desain yang kuat, bahkan menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekedar kata-kata. Itu yang paling penting. Yang sering saya lihat pada kesalahan umum yang dilakukan oleh penggarap video adalah mengatur tipografi dan tata letaknya. Yuk.. ah kita kupas langsung, kira-kira bagaimana dan seperti apa sih yang harus kita lakukan?

Aturan Tipografi
Aturan tipografi itu meliputi pemilihan jenis huruf dan ukuran huruf yang kita gunakan. Aturan tipografi menjadi cara terbaik bagi kamu untuk membuat tampilan video yang lebih baik dan menarik. Secara prinsip aturan tipografi dari dunia cetak maupun media digital saat ini memiliki aturan-aturan yang sama, karena tetap acuannya adalah ilmu design dan seni rupa.



Aturan pertama dan paling penting adalah penggunaan jenis huruf yang tepat untuk memulai suatu pekerjaan. Jenis huruf yang tepat akan membantu menyampaikan pesan teks, sedangkan jenis huruf yang salah akan mengalihkan perhatian dari pesan yang ingin kita sampaikan. Apalagi jika kita menggunakan huruf dekoratif yang berlebihan pastilah akan menganggu dari pesan yang ingin kita disampaikan. Jika memungkinkan gunakan huruf yang sama secara konsisten mulai dari tebal dan tipis, uppercase, dan besar kecil huruf dari keseluruhan video yang ada, untuk menghindari kerancuan dan sedikit kekacauan pada video.

Ambil dua contoh yang berbeda untuk meyakinkan penggunaan huruf yang kamu pilih, hal itu untuk menghindari kesalahan fatal. Ukuran dan jenis huruf juga sangat menentukan keindahan dan keselarasan video yang kamu buat. Ukuran huruf juga tidak terlalu besar atau terlalu kecil. 



Ada satu jargon bagi mereka para video maker, ciri-ciri video maker amatir adalah terlihat pada pembuatan titel video yang mereka garap. Biasanya mereka memilih huruf yang sangat besar tidak ideal, cenderung dekoratif juga dengan ukuran huruf lebih dari 100% sehingga pada saat video tersebut ditonton terlihat janggal dan norak. Padahal penggunaan besarnya huruf yang ideal adalah antara 30-60% tergantung dari jenis huruf yang kita gunakan. 



Aturan Tata Rupa  
Dalam penggunaan tata letak tentunya kamu harus banyak belajar ilmu design grafis, nah.. di dalam ilmu design ada disebut dengan nirmana. Definisi nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra (2D), trimatra (3D) yang  mempunyai nilai keindahan. Nirmana disebut juga ilmu tata rupa.

Sebenarnya aturan penggunaan huruf juga sudah masuk dalam bahasan nirmana, namun saya sengaja meletakkannya di awal agar menjadi perhatian khusus bahwa title dalam sebuah video dan film itu penting. Selain nirmana kita juga wajib tahu apa itu prinsip utama komunikasi visual dari sebuah karya audio visual yang kita ciptakan. Prinsip-prinsip tersebut antara lain: 

Ruang Kosong (White Space) 
Ruang kosong dimaksudkan agar video tidak terlalu padat dalam penempat title pada sebuah bidang dan menjadikan sebuah obyek menjadi dominan. Ruang kosong penting dalam tampilan sebuah video karena sering digunakan untuk berbagai tujuan. Misalnya untuk kejelasan pembacaan dan sekaligus memberikan kesan, seperti kesan profesinal dan sederhana.  

Kejelasan (Clarity)
Kejelasan atau clarity mempengaruhi penafsiran penonton akan sebuah video. Bagaimana sebuah video tersebut dapat mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu/ makna ganda.

Kesederhanaan (Simplicity) 
Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang. Kesederhanaan sering juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian kesederhanaan mendorong penikmat untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh.

Emphasis (Point of Interest) 
Emphasis atau disebut juga pusat perhatian, merupakan pengembangan dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai nilai artistik yang diinginkan.

AYO KURSUS KREATIF  | BROADCAST TV | FILMMAKING | GRAPHIC DESIGN | MULTIMEDIA

Prinsip Dasar Seni Rupa
Untuk memperkuat pengetahuan kita dalam membuat title, rasanya wajib bagi kamu mempelajari prinsip dasar seni rupa yang meliputi antara lain : 

Kesatuan (Unity) 
Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan.

Keseimbangan (Balance)
Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita measa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua dayan yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani. 

Proporsi (Proportion)
Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan-perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. 

Irama (Rhythm) 
Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk-bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk-bentuk unsur rupa.

Dominasi (Domination)
Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang harus ada dalam karya seni dan desain. Dominasi berasal dari kata dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsur sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai beberapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan. Biasanya ditengarahi dengan emphasis.

oleh Anton Mahapatih [Praktisi dan Pendidik Broadcast]

Learn more »

BAGAIMANA MENCIPTAKAN GAMBAR SINEMATIK


Beberapa tahun yang lalu ketika saya belajar membuat film dengan kamera video seadanya kemudian saya tunjukkan ke beberapa teman yang awam tidak tahu teknik membuat karya film. “Wah film kamu bagus... keren... cuma sayang audionya ko berantakan ya..?” begitu kata teman yang saat itu saya tunjukan film yang saya buat. Berbeda dengan pendapat teman satu guru satu ilmu yang saat itu masih sama-sama belajar, “filmnya sih keren.. bagus... tapi audionya berantakan, komposisi shot/gambar dan warna kurang ok, editingnya lumayan lah.. secara umum belum sinematik”

Nah... apa sih sinematik? Banyak orang yang bicara sinematik tapi mungkin banyak juga yang belum tahu apa itu sinematik. Yang pasti, yuk... kita urai dahulu makna sinematik secara kamus. sinematik/si·ne·ma·tik/ /sinématik/ berkenaan atau berhubungan dengan film (bioskop, gambar hidup) itu menurut KBBI. Sedangkan menurut kaidah sineas (sebutan bagi mereka penggarap film) sinematik adalah unsur pembangun sebuah film yang bersifat teknik, unsur sinematik sendiri terdiri dari beberapa aspek :
Mise en scene
– Sinematografi
– Editing
– Suara

Pengertian secara sederhana sinematik adalah mengambil gambar sesuai dengan kaidah film untuk bioskop. Coba perhatikan bila kita menyaksikan film yang diputar di bioskop nyaris tidak ada gambar (shot) yang kurang bagus, semua indah enak dilihat. Sedangkan di dalam mise en scene ada 4 elemen penting antara lain :
– Setting
– Tata Cahaya
– Kostum dan make up
– Akting dan pergerakan pemain

Lalu bagaimana menciptakan gambar yang sinematik? 

Yuk kita mulai dari Mise en scene 

Setting dan Komposisi
Yang pertama kita perhatikan adalah komposisi sebuah shot (gambar/visual) yang kita ciptakan sebelum kita membahas teknik yang lain. Ada perbedaan yang menonjol bahwa ketika kamu mengambil gambar dengan komposisi yang tepat maka akan muncul beberapa elemen namun yang paling penting adalah depth of field (kedalaman gambar). Bagaimana itu bisa tercipta? Nah berikut unsur-unsur yang ada dalam kedalaman gambar : fourground, background, middle ground, leding lines, natural framing, dan balance. Unsur tersebutlah yang menciptakan kedalaman gambar. Unsur-unsur tersebut erat kaitannya dengan setting sebuah lokasi. Sadarkan..? pada saat kita mengambil gambar asal ambil yang muncul adalah kejanggalan bahkan gambar yang kita ambil cenderung flat.


Tata Cahaya
Dalam teori dasar pencahahaan kamu harus tahu istilah three point lighting yang terdiri dari key light, fill light, dan back light. Komposisi pencahayaan tersebut adalah dasar untuk menguasai tata cahaya lanjutan. Key light adalah cahaya utama atau cahaya yang datang dari arah yang paling terang/dominan. Fill light adalah cahaya pengisi dari key light untuk menyamarkan shadow yang diciptakan dari cahaya dominan. Sedangkan back light adalah cahaya pengisi antara key light dan fill light sehingga mampu menciptakan dimensi kedalaman gambar.

Tata cahaya dalam film secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat unsur, yakni, kualitas, arah, sumber, serta warna cahaya. Keempat unsur ini sangat mempengaruhi tata cahaya dalam membentuk suasana serta mood sebuah film.

Kostum dan Make up 
Kostum adalah segala hal yang dikenakan pemain bersama seluruh asesorisnya. Asesoris kostum termasuk di antaranya, topi, perhiasan, jam tangan, kacamata, sepatu, tongkat, dan sebagainya. Dalam sebuah film busana tidak hanya sekedar sebagai penutup tubuh semata namun juga memiliki beberapa fungsi sesuai dengan konteks naratifnya.

Penggunaan kostum dan make up adalah menjadi unsur pencipta realitas visual, sehingga apa pun visual yang kita ambil muncul keseriuasan identitas sebenarnya.

Akting dan pergerakan pemain
Kemunculan seorang pemain atau yang biasa kita sebut aktor dan aktris dalam sebuah pengambilan gambar juga harus betul-betul nampak sebenarnya, tidak terlihat main-main, perankan sesuai dengan imajinasi skenario yang ada.

Bagaimana dengan sinematografi?
Sinematografi dalam istilah wikipedia adalah : Sinematografi (dari bahasa Yunani: kinema - κίνημα "gerakan" dan graphein - γράφειν "merekam") adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita. Sedangkan dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sinematografi/si·ne·ma·to·gra·fi/ /sinématografi/ adalah teknik perfilman; teknik pembuatan film.

Sinematografi erat kaitannya dengan tata kamera pada sebuah penggarapan film. Meskipun di awal sudah saya bahas tentang komposisi, namun pada sinematografi seluk beluk tata kamera biasanya dibahas lebih dalam untuk menunjang proses penciptaan visual sinematik. Baca juga Mari menjadi filmmakers


Editing dan Koreksi Warna
Berikutnya adalah yang kita perhatikan unsur warna. Unsur warna tentu menjadi esensi yang sangat penting karena dari warna pula dapat menciptakan kedalaman gambar, meskipun biasanya pengolahan warna (grading color) itu masuk dalam teknik olah editing namun pada penggarapannya warna bisa diciptakan pada saat take (mengambil gambar) di lokasi.

Tata suara
Inilah hal terakhir yang paling banyak diabaikan, padahal unsur audio menjadi penunjang utama dari keseluruhan viual yang kita ciptakan. Mengapa banyak visual bagus namun audio jelek? Pertanyaan tersebut banyak teruturakan pada setiap ruang kelas, workshop dan kursus. Saya jelaskan begini, kita ini sangat pelit bila berurusan dengan audio, sebagai contoh banyak di antara tema-teman filmmakers yang enggan untuk belajar dan mendalami tentang tata suara produksi film. Faktor lainnya adalah minimnya harga dan sewa alat yang terjangkau untuk tata suara pada saat kita produksi, satu perangkat audio kadang-kadang harganya menyamai harga kamera yang kita pakai.

Nah.. sejak kemunculan era digital semua jadi lebih mudah dan murah, tinggal bagaimana kita betul-betul memperhatikan tata suara dalam sebuah produksi film yang kita garap.

Unsur sinematik kini banyak digunakan dalam teknik pengambilan gambar wedding yang kita kenal dengan istilah sinematic wedding 

oleh Anton Mahapatih [Praktisi & Pendidik Broadcast]
Learn more »

TIPS & TRIK - REVIEW CAMERA SONY HXR-MC2500

Sudah lama sebenarnya saya ingin me-review seri kamare HXR-MC2500 keluaran vendor SONY yang cukup memukau sebenarnya bagi saya. Mengapa? Hehehe.... itu yang segera akan saya bahas. Sebagai praktisi paling tidak wawasan ini akan sedikit mencerahkan teman-teman yang berkecimpung di Media Audio Visual (video production, broadcast tv, filmmaker, dll). Tentu saya akan bahas dari dua sisi yakni keunggulan dan kelamahan. Yuk mulai saja...

Pertama mari kita lihat fitur terlebih dahulu ada apa saja, berikut fitur-fitur yang disediakan oleh kamera tersebut.

1. 1/4" Exmor R CMOS Sensor
2. 26.8mm Equivalent Wide-Angle Lens
3. Records SD in DV AVI File
4. OLED Viewfinder with 1.44 Million Dots
5. Flip-Up 3" LCD with 921k Dot Resolution
6. Wi-Fi Connectivity with NFC
7. Internal 32GB Flash Memory
8. Sony Multi-Interface Hot Shoe
9. BNC Connector on Composite Output
10. SDXC/Memory Stick Card Slot

Secara umum kamera Sony HXR-MC2500 Shoulder Mount AVCHD Camcorder itu didesain untuk para video maker yang membutuhkan kestabilan gambar pada saat mengambil (merekam gambar) dengan kualitas gambar Full HD. Kali ini SONY berani mengeluarkan jenis kamera berkelas prosumer berkualitas profesional (baca: semi pro). Selain itu kamera Sony HXR-MC2500 Shoulder Mount AVCHD Camcorder memiliki sensor 1/4" Exmor R CMOS, sebelum itu apa sih Exmor?

Exmor adalah nama dari sebuah teknologi Sony yang diimplementasikan pada beberapa sensor gambar CMOS (Complementary metal–oxide–semiconductor) mereka. Ia melakukan on-chip analog / konversi sinyal digital dan dua langkah pengurangan kebisingan secara paralel pada setiap kolom dari sensor CMOS. Sedangkan Exmor R adalah versi back-illuminated CMOS sensor gambar Sony. [1] Exmor R diumumkan oleh Sony pada 11 Juni 2008 dan merupakan implementasi yang diproduksi secara massal pertama di dunia teknologi sensor back-illuminated [2] Sony mengklaim bahwa Exmor R adalah sekitar dua kali lebih sensitif. Sensor aktif pixel ini ditemukan di beberapa ponsel Sony ponsel dan kamera serta Apple iPhone 4S dan 5. [3] [4] Exmor R sensor memungkinkan kamera smartphone untuk menangkap film definisi tinggi (Full HD) dan diam di daerah low ligth (cahaya rendah) -sumber: wikipedia-. Sehingga kamera tersebut dilengkapai atau dibantu dengan LED Light yang memiliki tingkat keterangan 800 lumens pada jarak 1,6M.

Jenis kamera ini juga sudah merekam gambar kualitas Full HD berbeda dengan generasi sebelumnya seri MC- HXR 1500 terobasan berani dari SONY untuk menggebrak market camcorder berbasis SD bermigrasi ke Full HD, kemera tersebut memiliki CODEC supprort AVHD format (H.264) selain itu juga bisa digunakan untuk merekam kualitas DV dengan format Codec AVI, masih berbaik hati ya SONY. Yuk kita lihat recording rate-nya, tak perlu mengerti apa itu PS, FX, FH dan seterusnya, yang paling penting kamera jenis ini sudah mendorong para video maker untuk bermigrasi menggunakan teknologi Full HD.

Recording Rate
HD:
PS (28 Mbps) 1920 x 1080: 60p
FX (24 Mbps) 1920 x 1080: 60i, 30p, 24p; 1280 x 720: 60p
FH (17 Mbps) 1920 x 1080: 60i, 30p, 24p, 16:9, 1280 x 720/60p, 16:9
HQ (9 Mbps) 1280 x 720: 60p

SD:
DV (25 Mbps) 720 x 480: 60i

Kamera tersebut juga memilki konektifas Wi-Fi yang memungkinkan kamare dapat dikontrol secara jauh dengan aplikasi (app) dari smartphone atau tablet, meskipun tidak bisa lebih dari 10m.

Untuk merekam live tapping (baik singlecam atau multicam) memiliki konektifitas fitur yang lengkap yakni HDMI dan BNC locking. Internal memory 32GB yang dapat difungsikan sesuai kualitas gambar yang kita inginkan.

Maximum Recording Time
Internal Memory / 32 GB SDHC Card:
PS (LPCM): 145 minutes
FX (LPCM): 170 minutes
FH (LPCM): 225 minutes
HG (LPCM): minutes
DV (LPCM): 140 minutes

Hal lainnya kamera tersebut memiliki berat 2.8 kg (body only) dan 3.1 kg (lens hood, lens cap, microphone, eyecup, shoe cap, and NP-F570 battery). Dan mari saatnya saya bahas satu demi satu fitur yang disediakan oleh kamera tersebut.

Wide 26.8mm Angle Lens
Dengan 12x Zoom, memiliki fitur lensa 26,8mm setara dengan focal lensa wide – biasanya untuk video-video film look – dan tidak memerlukan adapter lagi. Kelemahan: jangan menggunakan fitur 12x zoom lensa jika kondisi tidak terlalu diperlukan karena kualitas gambar yang terekam kurang bagus dan juga mengalami guncangan yang keras.

Exmor R CMOS sensor
Sudah saya bahas di atas secara detil. Teknlogi ini awalnya diterapkan di smartphone namun ternyata cocok diaplikasi ke camcorder profesional.

OLED Tru-Finder and 3" LCD Panel
View finder berteknlogi OLED yang memiliki resolusi lebih dari 1.44 juta dot, sehingga memungkinkan untuk preview/melihat gambar serasa lebih real time. Menurut saya dibanding dengan seri sebelumnya justru jenis view finder ini jauh lebih baik karena tidak menggunakan teknologi touch screen. Pada dasarnya teknologi touch screen pada camcorder tersebut mempunyai kelemahan alias sangat ringkih, terutama apabila touch screen tidak berfungsi sama sekali maka dipasatikan kita tidak bisa menggunakan kamera tersebut secara maksimal.

Low-Light Shooting
Kamera SONY HXR-MC2500 mampu menangkap gambar hingga 0.8 lux minimum illumination dengan menggunakan shutter speed 1/15 second, bukaan iris f/1.8, dan gain 33dB. Ditambah dengan lamu LED 800 lumens yang menempel pada body kamera secara langsung mempermudah pada saat merekam gambar dengan kondisi mendadak.

Catatan: dengan fitur lampu yang menempel pada body memudahkan para video maker (video journalist) untuk merekam secara simultan dan siginifikan dengan pencahayaan yang baik setara dengan lampu Day Light (56000K).

Wi-Fi Enabled with NFC Connectivity
Melalui Wi-Fi kamera ini memungkinkan untuk disetting melalui smartphone atau teblet sekaligus sebagai alat preview gambar dan suara. Dengan fitur NFC mampu memberikan kemudahan operasi kamera pada saat tapping, fitur tersebut dapat mengendalikan antara lain :
Record start/stop
Zoom
Iris
Touch Auto Focus
Komunikasi jarak-dekat (atau Near-field communication) merupakan bentuk komunikasi nirkabel jarak-pendek di mana antena yang digunakan lebih pendek daripada gelombang sinyal operator (yang mencegah interferensi gelombang dari antena yang sama).

Hybrid Recording
Dengan internal built-in memory sebesar 32B memudahkan kecepatan dalam mengambil gambar, kita dapat bayangkan ketika media rekam masih menggunakan kaset video pastilah kita disibukkan dengan mamasang kaset terlebih dahulu. Berikut lama dan kualitas gambar yang dihasilkan dengan kompresi Codec yang brebeda-beda:

Maximum Recording Time
Internal Memory / 32 GB SDHC Card:
PS (LPCM): 145 minutes
FX (LPCM): 170 minutes
FH (LPCM): 225 minutes
HG (LPCM): minutes
DV (LPCM): 140 minutes

Multi-Interface (MI) Shoe
Tambahan fitur interface yang memungkinkan kemudahan dalam mengkoneksikan antar interface sejenis milik Sony. Termasuk di dalamnya microphone, wireless receiver dan flash.  Sayangnya fitur ini tidak mengikuti teknologi sebelumnya sehingga memungkinkan untuk tidak konek pada saat dicoba untuk disambungkan.

DV Recording
Di dalam mode SD (Standard Definition) HXR-MC2500 merekam dengan Codec DV sama seperti MiniDV dengan format file AVI. Penyertaan teknologi ini sebenarnya hanya sebuah pelengkap bagi mereka yang masih menggunakan teknologi SD, walaupun pada kenyataanya teknologi tersebut sudah sangat jarang dipakai bahkan ditinggalkan oleh video maker profesioanl.

Assignable Lens Ring
Ring lensa yang multifungsi dapat diatur untuk mengontrol fokus, exposure, white balance, iris, atau kecepatan rana secara manual - memberikan Anda akses langsung tanpa harus melalui menu kamera.

Time Code
Istilah SMPTE timecode atau user bit (UB) untuk multi camera productions atau untuk menandai kemudahan footge dalam post-production. SMPTE berfungsi untuk menentukan bagaimana frame dihitung dan dibaca. Misalnya dalam default Adobe Premiere menggunakan time code SMPTE (Society of Motion Picture and Television Engineer), dimana durasi 00:06:51:15 berarti video telah diputar selama 6 menit 5 detik dan 1,5 frame.


BNC Composite Output
Adalah Output komposit menggunakan terminal BNC, yang merupakan konektor penguncian yang mengurangi risiko sengaja menghentak kabel keluar saat siaran langsung

Optical SteadyShot Image Stabilization with Active Mode
Fitur ini memungkinkan kita untuk mengambil gambar secara normal dengan image yang lebih stabil, ketika fitur tersebut diaktifkan akan mengurangi goncangan yang terjadi selama syuting.

Quick AF System
Dirancang untuk meningkatkan akurasi auto focus bahkan dalam kondisi cahaya rendah (low-light) sekalipun.

L Series Battery
Dukungan untuk Sony profesional bergaris baterai L Series berarti mampu bertahan hingga 14 jam masa pakai baterai. Dimungkinkan pula menggunakan dengan baterai lain secara terpisah baterai F970 NP.

Baik, bagaimana sudah tercerakan belum? Jika belum... mesti beli kamera tersebut dan dioprek sendiri hingga tuntas, kalau ngga puas mendingan kursus aja. Kamera ini sangat saya rekomendasikan untuk mereka sekolah-sekolah dan akademi-akademi broadcast yang memerlukan praktik lebih banyak untuk videografi rasa film. Semoga bermanfaat.

Oleh Anton Mabruri KN
Praktisi broadcast televisi

Learn more »

AMBIL KURSUS PAKET AJA... Lebih Hemat Dapat Ilmu Double dan Sertifikat Doble

Kursus di MIND 8 Course |Kursusnya Orang Kreatif| adalah kebanggan tersendiri, karena kami the first [pertama] di Indonesia yang memiliki kelas kursus paling lengkap di bidang audio visual antara lain:
Broadcast Televisi
Video / Film Production 
Design Grafis 
Multimedia 

Bidang Broadcast terbagi menjadi beberapa kelas antara lain : Scriptwriter, Videografer, Video Editor, Penata Artistik. Semua kelas tersebut bisa diambil sendiri-sendiri, namun akan mengeluarkan lebih banyak biaya. Sebagai saran lebih baik mengambil paket, karena kami akan berikan diskon 30% untuk minimal 2 pengambilan jenis kelas.

Contoh simulasi
Tingkat kelas : Intermediate [30 jam pertemuan]
Pertemuan : Private
Videografi Rp 4.500.000,-
Video Editor Rp 4.500.000,-

Jika mengambil sendiri-sendiri tidak satu paket maka biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 9.000.000,-
Bila mengambil 2 sekaligus maka dapat potongan biaya sebesar 30% jadi total biaya Rp 6.300.000,- Lebih hemat bukan?

Berlaku juga untuk semua jenis kursus di MIND 8 Course

Learn more »

MISE-EN-SCENE [baca: mis ong sen]

Berkarya itu penting... namun ada yang paling penting dari semua itu adalah terus belajar, jangan dulu jumawa apalagi puas dengan sebuah karya. Paling tidak agar karya kamu tidak tersesat dan hanya menjadi karya yang itu.. itu saja. Memerlukan puluhan referensi untuk menghasilkan karya yang bagus, kalau hanya sekadar syuting dan asal muncul gambar itu pertanda kamu itu SOMBONG alias JUMAWA. Referensi diperlukan untuk menginspirasi bukan untuk menjadi plagiat/meniru, kecuali jika kamu telah cukup tahu teori dasarnya.

Karya audio visual (Film, Feature, Dokumenter) menjadi bagus dalam ukuran yang baik adalah karena banyak referensi yang kita gunakan juga baik. Anak-anak muda para penggiat broadcast hari ini banyak sekali, namun sedikit yang mau belajar secara inten dan kontinyu. Mereka ingin cepat-cepat syuting dan menjadikan karya yang menurutnya keren, padahal mohon maaf karya itu "gagu" tidak mampu bicara baik dari sisi visual maupun audio. Maka diperlukan apa yang di namakan miss en scene (dalam sinamatografi) atau scenic art (dalam sinema elektronik).

Miss-en-scene menurut kamus kecil istilah film (penerbit IKJ) adalah istilah mis-en-scene digunakan untuk menunjuk proses sinematis yang terjadi dalam sebuah set sebagai kebalikan dari MONTAGE yeng terjadi kemudian. Secara literal artinya ”menata-dalam-scene”. Mulai dari menyutradarai pemain, pengaturan posisi-posisi kamera, pemilihan (penentuan) lensa dll. Mis-en-scene sangat penting bagi kaum REALIS, sedang montage bagi kaum EKSPRESIONIS.

Mise-en-scene [baca: mis ong sen] adalah segala hal yang terletak di depan kamera yang akan diambil gambarnya dalam sebuah produksi film atau karya visual. Mise-en-scene berasal dari kata Perancis yang memiliki arti "putting in the scene". Mise-en-scene adalah unsur sinematik yang paling mudah kita kenali karena hampir seluruh gambar yang kita lihat dalam film adalah bagian dari unsur ini. Jika kita ibaratkan layar bioskop adalah sebuah panggung pertunjukan maka semua elemen yang ada di atas panggung tersebut adalah unsur-unsur dari mise-en-scene. Sebagai contoh pada saat kita menonton film tentang perang dan epik sejarah mudah kita kenali karena setting serta kostumnya yang megah dan mewah. Lalu kita lihat pada film horor serta misteri didominasi suasana yang gelap serta suram yang amat mencekam. Berbeda dengan film-film drama serta komedi boleh jadi menekankan pada akting pemain. Dengan demikian bisa kita katakan bahwa separuh kekuatan sebuah film terdapat pada aspek mise-en scene.

Mise-en-scene terdiri dari empat aspek utama, yakni:
 Setting (latar)
 Kostum dan tata rias wajah (make-up)
 Pencahayaan (lighting)
 Para pemain dan pergerakannya (akting)

Dalam sebuah film unsur mise-en-scene tentu tidak berdiri sendiri dan terkait erat dengan unsur sinematik lainnya, yaitu sinematografi, editing, dan suara. Tanpa keterlibatan unsur-unsur sinematik lainnya, unsur mise-en-scene tak ubahnya layaknya pertunjukan panggung belaka. Apakah pernah anda melihat sebuah film yang mengambil gambar hanya menggunakan satu latar saja, dengan menggunakan hanya satu kamera tanpa pergerakan dan perubahan dimensi jarak, serta tanpa interupsi gambar sedikit pun dengan durasi lebih dari satu jam. Tentu tidak, namun jika ada sekalipun bisa jadi filmnya akan sangat membosankan. Jadi sebenarnya unsur-unsur mise-en-scene harus mampu mendukung naratif serta membangun suasana dan mood sebuah film atau karya visual lainnya.

Unsur tersebut mutlak diperlukan dalam membuat suatu karya yang baik, hal ini berlaku untuk karya audio visual (film, program acara tv dan video production). Hari ini mengapa banyak di antara karya audio visual kita yang dangkal bahkan bisa dibilang “gagu” tidak mampu bertahan lama dan hanya bersifat selintas, ditonton hari ini dan dicampakkan kemudian hari. Mari coba kita perhatikan mengapa karya audio visual orang-orang Eropa, Amerika, Korea ditonton berkali-kali pun tidak pernah bosan dan terus membuat hati kita berkecamuk, ini karena mereka memasukkan unsur mise-en-scene.

Sebagai saran anak-anak muda para penggiat broadcast tv, film dan video production mari mencoba mempelajari apa sesunggunya diperlukan agar karya kamu berbicara secara universal dan menjadi absolut. Jangan JUMAWA pada saat kamu sudah bisa membuat karya, bisa jadi karya mu itu memang “gagu” karena hanya membanggakan diri tidak mau belajar mencari referensi sebanyak-banyaknya. Banya menonton dan baca adalah keberhasilan kamu untuk membuat karya audio visual yang “bicara”. SELAMAT BERKARYA... Salam Broadcast

oleh : Anton Mabruri KN 
Learn more »

KESEMPATAN BERKARIR Bersama MIND 8 Corp.



Mahapatih Indonesia adalah Perusahaan/Lembaga yang bergerak dan sangat concern di bidang Edukasi dan Broadcast TV, Digital Filmmaking, Video Production, Design Grafis, serta Multimedia yang telah berdiri sejak tahun 2005. Saat ini membuka lowongan untuk posisi Marketing Promosi, Manajer Edukasi dan Staf Administrasi.



Persyaratan Pengalaman: Pengalaman minimal 1 tahun di bidang edukasi, video production dan broadcast tv
Keahlian Keterampilan yang diharapkan :
1. Menguasai program computer (Microsoft Office)
2. Bisa program design grafis (photoshop, illusator, in desgn, etc)
3. Menguasai istilah-istilah broadcast tv dan edukasi.

Kualifikasi dan Persyaratan Marketing Promosi (Code: MP) :
1. Pria / Wanita
2. Usia 22 – 28 tahun
3. Pendidikan Min D3 broadcasting, advertising, dan PR
4. Lebih diutamakan yang memiliki kendaraan.
5. Jujur dan bertanggung jawab.
6. Kreatif dan inisiatif.
Disediakan bonus (fee marketing) + gaji bulanan

Kualifikasi & Persyaratan Manajer Edukasi (Code: ME) :
1.Pria / Wanita
2.Usia 25 - 32 tahun
3.Pendidikan Min D3 broadcasting, advertising, PR, DKV dan atau Ilmu Pendidikan
4.Lebih diutamakan yang pernah bekerja di Lembaga Kurus
5.Jujur dan bertanggung jawab.
6.Kreatif dan inisiatif.

Kualifikasi & Persyaratan Staff Admin (Code: SA) :
1.Pria / Wanita
2.Usia 22 – 28 tahun
3.Pendidikan Min SMK broadcast, DKV, dan Manajemen, Multimedia dll
4.Lebih diutamakan yang memiliki pengalaman
5.Jujur dan bertanggung jawab.
6.Kreatif dan inisiatif.

How To Apply: Lamaran dikirim langsung ke :
Mahapatih Indonesia (Mind 8 Pro)
Ruko Tran Depok Cyber Village No. R 26
Jl. KSU Kebon Duren Kalimulya Depok Jawa Barat
Telp. 021 - 2950 2660
Email : mind8prod@gmail.com
www.mind8prodcution.com

Kirim lamaran Anda ke e mail MIND 8 Corp di mind8prod@gmail.com dengan subjek sesuai yang diinginkan

- See more at: http://www.mind8production.com/28-recent-post-dibutuhkan-manajer-edukasi---marketing-promosi---staf-admin.html#sthash.6xvCbNnN.dpuf
Learn more »

COBA CINEMATIC WEDDING DEH...

A cinematic-style adalah sebuah konsep video dan foto wedding seperti serasa menonton sebuah film. Dengan kekuatan shot-shot yang dramatik dan dukungan unsur-unsur sinematik seperti kekuatan editing, tata suara dan lain-lain menjadi pembeda dari jenis dan gaya dokumentasi pada umumnya. MAHAPATIH 8 PRO secara khusus menghadirkan kekuatan emosi bagi Anda yang ingin mengabadikan MOMENT kehidupan bersama pasangan serasa menonton FILM. Dengan teknologi DIGITAL FILMMAKING dan CREW TERBAIK kami mencipta Anda & Pasangan UNTUK hari ini ESOK dan SELAMANYA.

Ayo abadikan momen Pernikahan Anda dengan bidikan kamera yang terjamin bagus, sama seperti layanan kami yang lainnya kecepatan dan ketepatan kami menjadi prioritas utama kami menangani Anda.

Foto dan Video kami melayani antara lain: Company Profile, Wedding (pernikahan), Prewedding, Clip Wedding Klik di sini, Annual Report, Buku Tahunan, Fashion & Styel, dan lain-lain.

Harga kompetitif bisa dibilang murah tapi kami bukan murahan. Info lengkap bisa kunjungi kantor kami
Mind 8 Production
Ruko Tran Depok Cyber Village No. R 26
Jl. KSU Kebon Duren Kalimulya Depok ( 500 M GDC - Grand Depok City )
Tel. 021 2950 2660
www.mind8prodcution.com
Learn more »

AYO KURSUS LAGI ADA DISCOUNT LOH...


Adalah program khusus dari Mahapatih Indonesia untuk kamu yang mempunyai minat dan cita-cita di bidang BROADCAST TV, DIGITAL FILMMAKING, MULTIMEDIA, DAN DESIGN GRAFIS. Program ini memberikan beasiswa [biaya potongan] bagi peminat yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

Mempunyai minat tinggi di bidang BROADCAST TV, DIGITAL FILMMAKING, MULTIMEDIA, DAN DESIGN GRAFIS dibuktikan dengan REGISTRASI ONLINE

Program DISCOUNT AKHIR TAHUN ini memberikan beasiswa [biaya potongan] sebesar 30% (tiga puluh persen) untuk mengikuti semua KURUSUS di MIND 8 Couse kepada mereka yang memenuhi kriteria di atas.



Learn more »

TIPS - Menegnali Gaya Wedding Video

Ada banyak jenis cara menuturkan sebuah cerita pernikahan. Beberpa sudah berkembang dan banyak jenis gaya dalam menuturkan sebuah cerita pernikahan ke dalam video, dan yang akan penulis jelaskan sekali lagi ini bukan gaya yang sudah paten. Ini hanya sebuah jenis yang hari ini telah berkembang sangat pesat. Percayalah seorang beginner akan banyak belajar dari beberapa refensi yang ia baca, lalu kemudian akan mengembangkannya sendiri dengan kreatifitas dan penyesuaian biaya yang akan ditarifkan. Gaya-gaya atau styles itu antara lain:

1. Documentary: documentary-style Gaya ini langsung mengarah ke kejadian kegiatan wedding, dengan tipikal langsung menunjukan rekaman dari aksi nyata dengan cara mengurutkan cerita dari satu aksi ke aksi berikutnya. Pada momen-momen tertentu seperti seremonial upacara dan seremonial ijab qobul (sumpah janji) tidak mungkin untuk dipotong atau diedit. Beberapa bahkan dalam mengemas gaya wedding dokumenter ini ada bebrapa bagian momen yang tidak diberi suguhan audio. Musik menjadi bagian pertunjukan yang nyata sebagai penunjang jurnalistik (nilai sejarah).

2. Cinematic: A cinematic-style Gaya ini lebih kuat dramitasisinya karena untuk membangun mood. Dramitisasi yang dibangun bisa menggunakan syut yang diambil, melalui editing, dengan pemberian efek-efek dan grafis-grafis penunjang lainnya. Penggunaan musik yang slow, sekuen romantis, potongan cepat, gaya vintage lengkap dengan efek-efeknya biasanya menjadi ciri khas gaya tersebut. Tema menjadi daya tarik dalam gaya ini karena bisa menjadi niali keuntungan bagi kamu sebagai eksekutor, namun perlu diingat dalam penggarapan harus lebih hati-hati.

3. Storytelling: Hampir serupa dengan documenter style menggunakan pendekatan yang cukup sederhana namun akan menggabungkan wawancara dan dialog (tidak harus direkam pada hari pernikahan itu sendiri) untuk membangun cerita itu sendiri.

4. Highlights: highlights video ini berdurasi sangat pendek dengan konten yang padat diambil dari momen-momen yang sudah disyut untuk kemudian diedit mengikuti ritme musik, dengan kata lain gaya ini hanya menyajikan highlight (cuplikan-cuplikan) dari beberapa peristiwa pernikahan yang dikemas berdasarkan keingingan pemesan.

5. Shoot only: Gaya ini klien adalah yang menentukan arah gerak kamera sesuai selera klien. Misalnya mereka ingin mengambil gambar wide angle, close up, pans, dan lain sebagaianya. Footage-footage tersebut yang menentuakn seluruhnya adalah klien pada saat dilapangan. Namun demikian jangan pula dibiarkan kilen kita untuk sesuka dia menyuruh ambil gambar ini itu, karena akan mengakibatkan mungkin beberapa momen penting yang hilang.

Kelima gaya yang penulis jelaskan hanya bagian kecil yang ada, namun Anda bisa memulai semua itu dengan kreatifitas yang tinggi dan mulailah BELAJAR dan BERLATIH.

oleh Mahapatih Anton
disarikan dari buku VIDEOGRAFI FOR WEDDING

Learn more »

Bidang Pekerjaan Broadcast Televisi

Istilah atau sebutan untuk broadcast televisi bukan sesuatu yang baru, sejak lama istilah tersebut sudah dikenal. Sebutan tersebut biasanya dipakai oleh mereka yang bekerja di bagian produksi program televisi, namun memegang bagian-bagian tersendiri sesuai dengan keahliannya. Pekerjaan menjadi seorang broadcaster (sebutan untuk mereka yang bekerja di bidang broadcasting) sangat mengasyikkan bahkan banyak tantangan yang setiap hari mereka temui. Lalu apa saja yang ada dalam bagian broadcast televisi, nah berikut adalah mereka-mereka yang berkecimpung di bidang tersebut :

Director (sutradara televisi)
Director atau sutradara bertugas memvisualkan bahasa naskah kedalam bahasa visual. Pencapaian bahasa visual itu bukan pada saat produksi saja, tetapi ia juga harus mampu memvisualkan hingga pascaproduksi / editing (post production).

Art Director
Adalah sebutan bagi Pengarah Seni Artistik dari sebuah produksi. Atau istilah lainnya adalah Kepala Divisi Artistik, bertanggung jawab atas penataan artistik serta segala hal yang berkaitan dengan apa yang akan tampil di depan layar. Ia akan bertanggung jawab terhadap keseluruhan art yang mendukung seperti property, aksesoris, kostum, make up dan wardrobe.

Videografer (Penata Kamera) – Camera Person 
Cameraman adalah orang yang bertugas mengambil seluruh kebutuhan gambar berdasarkan naskah (blue print) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa visual. Dalam karya visual fiksi dan non fiksi seorang cameraman bekerja berdasarkan perintah dari sutradara. Sedangkan dalam pembuatan berita ia bekerja selayaknya seorang jurnalis, yakni mengambil gambar berdasarkan kebutuhan naskah berita yang ia tulis.

Script Writer (Penulis Naskah) 
Penulis Naskah adalah broadcaster yang bertugas menulis naskah untuk kebutuhan suatu program televisi.

Editor 
Editor adalah orang yang bertanggung jawab pada saat paskaproduksi dengan melakukan editing atau proses penyuntingan gambar, hingga suatu program layak untuk ditayangkan atau disiarkan. Di Indonesia seorang editor dituntut untuk mampu membuat credit title, sub title dan beberapa efek grafis serta transisi video/gambar. Dalam pengertian lain seorang editor diibaratkan adalah sutradara kedua karena dianggap mampu memberikan sentuhan kreatif terakhir.

Bidang-bidang pekerjaan tersebut menjadi kebutuhan yang mutlak dalam dunia broadcast televisi. Mari kita coba hitung berapa banyak program televisi yang tayang hari ini setiap harinya. Katakan dalam satu hari televisi menayangkan program televisi seperti feature (program ringan) seperti jalan-jalan, kuliner, biografi orang ternama, dan lain-lain. Dalam produksi program tv tersbeut minimal kru yang diperlukan terdapat : Director (merangkap Produser), Camera person, Scriptwriter (merangkap reporter), art director, penata audio, dan editor. Bila dalam satu produksi tersebut terdapat 6 orang, jika stasiun televisi memiliki 6 program feature terdapat 36 orang yang masuk menjadi kru tersebut. Bagaimana jika ada 10 stasiun televisi maka memerlukan sekitar 360 orang yang cakap di bidang tersebut.

Pada kenyataannya satsiun televisi kita ini bukan hanya 10 tetapi lebih dari itu. Saya tidak perlu sebutkan tetapi data yang masuk dalam Asosiasi TV lokal saja hampir 500-an lebih, berapa banyak program yang mereka produksi tentu memerlukan orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut. Maka sejak saat ini ayo gali potensi diri lebih maksimal dengan AYO KURSUSU KREATIF.

Learn more »

TIPS - Memilih Monitor Untuk Video Editing

Pekerjaan menjadi seorang video atau film editor adalah pekerjaan yang sangat mengasikkan, selain menemukan banyak tantangan, editor sering disebut sebagai the second director [sutradara kedua] karena yang menentukan akhir dari sebuah kesamasan film dan program tv yang kita garap. Untuk menunjang pekerjaan tersebut harus memiliki prasyarat yang wajib dipenuhi, jika di tulisan berikutnya sudah saya jelaskan bagaimana memilih komputer editing maka pada kesempatan ini saya akan ulas secara spesifik memilih monitor editing yang baik. Istilah-istilah editing :

Real time : sistem pemrosesan data yang tidak boleh ditunda karena waktu sangat terbatas, karena jika terjadi penundaan pengolahan data akan mengakibatkan sesuatu yang fatal.
Kalibrasi : adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. 

Nah, jika Anda ingin membeli monitor baru ataupun meng-upgrade monitor lama dengan yang baru, maka berikut ini adalah tips dalam memilih dan membeli monitor komputer yang baik.

Harga monitor
Harga selalu menjadi pertimbangan menjadi pertama dalam membeli apapun, dan itu bisa dimaklumi. Harga monitor tergantung pada tipe/merk, ukuran dan fitur layar. Misalnya makin besar ukuran, fitur lebih lengkap, atau tipe LED yang lebih canggih dari LCD maka harganya juga lebih mahal. Jadi siapkan budget ekstra jika ingin mendapatkan monitor dengan spek lebih berkualitas.

Ukuran monitor
Meskipun ukuran monitor LCD dan LED berada pada rentang 15 inch – 32 inch, dan panel diukur secara diagonal. Ukuran minimum bagi editing adalah 21” dengan monitor twins (satu monitor untuk preview satu lainnya untuk timeline kerja), saran ini mutlak jika ingin menggeluti video editing yang baik dan menjaga kesehatan kita.

Resolusi monitor
Resolusi adalah ukuran piksel atau titik pada layar. Yang diperlukan media digital hari ini adalah FULL HDTV (Fulll High Definition Television) dengan resolusi 1920 x 1080. Resolusi tersebut hanya ditemui pada monitor berlayar besar minimal 21 inch.

Rasio kontras (contrast ratio) dan Aspect Ratio
Pengertian rasio kontras atau contrast ratio adalah perbedaan ukuran antara warna putih paling terang yang bisa dihasilkan monitor dengan warna hitam yang paling gelap. Rasio kontras yang sering ditemukan pada monitor LCD adalah 700:1. Kontras rasio yang lebih tinggi seperti 2000:1 sangat lebih baik untuk film atau pekerjaan yang membutuhkan penggunaan warna-warna yang sangat gelap, misalnya video editing.

Aspect Ratio (A/R) adalah perbandingan ukuran lebar dan tinggi. Beberapa format video menggunakan (A/R) berbeda-beda, untuk video adalah 4:3 dan untuk film bioskop 16:9. Aspek rasio yang berkembang di pasaran dan cukup dikenali adalah 4:3 dan 16:9. Karena semua telah merujuk kepada teknologi FULL HDTV maka yang tepat dalam memilih aspek rasio adalah 16:9 [wide screen]. Tidak hanya nyaman tetapi ini semata-mata agar semua yang kita kerjakan benar-benar real time.

Waktu respons (response time)
Waktu respons pada monitor LCD adalah pengukuran (dalam satuan milidetik / milliseconds) tentang seberapa cepat masing-masing piksel mampu merespon perubahan warna. Umumnya monitor dengan response time yang lebih lambat dari 16 ms dianggap jelek, karena akan terjadi blur manakala objek yang bergerak cepat melintas di layar, seperti pada film action. Monitor komputer keluaran baru umumnya memiliki response time minimal 8 ms, bahkan ada yang sampai 2 ms. Minimal waktu respon untuk monitor editing itu 5 ms.

Tingkat kecerahan
Monitor LCD dan (apalagi) monitor LED sekarang ini punya tingkat kecerahan yang sangat baik. Tingkat kecerahan dengan 250 nits adalah yang paling umum dan direkomendasikan untuk sebagian besar penggunaan. Bahakan beberapa vendor sudah mengeluarkan lebih dari itu.

Pilih koneksi DVI
Ada dua jenis koneksi yaitu D-Sub dan DVI.

Monitor CRT lama memiliki koneksi D-Sub basic yang menggunakan sinyal analog untuk keperluan transmit dari system computer. Monitor LCD ada juga yang memiliki koneksi D-Sub. Namun, monitor LCD baru menawarkan koneksi DVI (digital video interface) yang menggunakan sinyal digital untuk transmit dari PC ke monitor. Koneksi DVI lebih aman dari gangguan.

Monitor komputer yang bagus untuk keperluan editing dan grafis, disarankan menggunakan koneksi DVI, agar mendapatkan kualitas gambar yang lebih baik tanpa gangguan ataupun blur.

Meskipun ada beberapa monitor telah memilki fitur koneksi HDMI High-Definition Multimedia Interface adalah salah satu antarmuka (interface) peralatan audio/video digital tanpa kompresi yang didukung oleh industri. Hal ini memungkin keceptan dan ketepatan warna pada saat mengedit atau yang kita sebut real time.

Pertimbangan sudut pandang (viewing angle)
Monitor LCD punya keterbatasan dalam hal sudut pandang. Secara sederhana pengertian sudut pandang (viewing angel) disini adalah sudut yang memungkinkan Anda masih bisa melihat gambar sebelum gambar akhirnya menghilang atau menjadi gelap.

Jika monitor LCD Anda memiliki sudut pandang rendah (antara 120° – 130°) maka jika dilihat dari samping gambar di layar akan tidak jelas atau tidak terlihat.

Viewing angel dinyatakan dalam derajat horizontal dan vertical. Jika monitor Anda memiliki sudut pandang 160/130 berarti sudut pandang horizontal = 160°, dan sudut pandang vertical = 130°. Umumnya sudut pandang vertical tidak sepenting sudut pandang horizontal.

Untuk monitor LCD yang bagus, sudut pandang horizontal yang direkomendasikan adalah 160° atau lebih.

Selamat mencoba tips dan trik dari kami. Semoga bermanfaat 
Learn more »